Algoritma harus berhenti setelah
mengerjakan sejumlah langkah terbatas. Sebagai contoh, dalam algoritma
Euclidean, pada langkah 1, jika n = 0, algoritma berhenti, jika n tidak = 0
maka nilai n selalu berkurang sebagai akibat dari langkah 2 dan 3, dan pada
akhirnya nilai n = 0. Program yang tidak pernah berhenti mengindikasikan bahwa
program tersebut berisi algoritma yang salah.
Setiap langkah harus di
defenisikan dengan tepat dan tidak berarti dua (ambiguous). Pembaca harus
mengerti apa yang di maksud dengan “m” dan “n” adalah bilangan bulat tak
negatif (-). Contoh lainnya pernyataan ” bagilah p dengan beberapa sejumlah
bilangan bulat positif” dapat bermakna ganda. Berapakah yang di maksud dengan
“berapa” ? Algoritma menjadi jelas jika langkah tersebut di tulis “bagilah p
dengan 10 buah bilangan bulat positif”
Algoritma memiliki nol atau lebih
masukan (input). Masukan ialah besaran yang diberikan kepada algoritma untuk di
proses. Algoritma Euclidean mempunyai dua buah masukan, yaitu m dan n.
Algoritma mempunya nol atau lebih
keluaran (output). Keluaran dapat berupa pesan atau besaran yang memiliki
hubungan dengan masukan. Algoritma Euclidean mempunyai 1 keluaran, yaitu m pada
langkah 1, yang merupakan pembagi bersama terbesar dari kedua bilangan.
Algoritma harus sangkil
(effective). Setiap langkah harus sederhana sehingga dapat di kerjakan dalam
sejumlah waktu yang masuk akal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar