Kata Pengantar
Puji syukur kita panjatkan
kehadirat allah SWT, yang telah
senantiasa memberikan dan menganugrahkan kesehatan, ilmu pengetahuan, serta
rahmat yang di karuniainya kepada kita semua. Aminn…..
Atas rahmat allah SWT saya bisa
menyelesaikan tanggung jawab saya selaku siswa pelajar yang diwajibkan untuk
membuat makalah ini.
Selanjutnya saya tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada
:
1.
Ibu N.
Iis Murnasih, S.Ag selaku Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Darul Hasan
2.
Ibu Mimin, S.Ag selaku Pembimbing yang telah
membimbing saya dan bias memberi Motivasi bagi saya.
3.
Kepada Orang tua saya atas Do’a serta
dukungannya selama ini kepada saya, sehingga saya bias sampai pada titik akhir
di sekolah ini.
4.
Dan teman-teman dan semua pihak baik secara
langsung maupun tidak langsung membantu dan memberi dorongan semangat kepada
saya.
Demikian makalah ini dapat disusun, dan sangat disadari bahwa makalah
ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran sangat di
harapkan dari para pembaca sebagai acuan dalam pelaksanaan penyusunan makalah
ini, semoga nantinya penyusun dapat menyusun dan menyelesaikan dengan sempurna.
Penyusun
Heriyanto
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Selama ini telah terjadi
kecenderungan dalam memberikan makna mutu pendidikan yang hanya di kaitkan
dengan aspek kemampuan kognitif. Pandangan ini telah membawa akibat
terabaikannya aspek-aspek moral, akhlak, budi pekerti, seni, psikomotor, serta
life skill. Dengan di terbitkannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan akan memberikan peluang untuk menyempurnakan
kurikulum yang komprehensif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
Pendidikan dasar bola voli
merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis,
keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai
(sikap-mental-emosional-sportivitas-spiritualsosial), serta pembiasaan pola
hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan
kualitas fisik dan psikis yang seimbang.
Melihat dari perkembangan Bola
voli di dunia yang kian merebak selayak dan seyogya nya pula kita sebagai
generasi bangsa harus mengetahui beberapa olah raga yang sekarang menjadi salah
satu tumpuan Indonesia yaitu diantara sekian banyak olahraga yang diminati di
Indonesia dan Bola voli bahkan sudah mendemam ke seluruh plosok dan tidak
ketinggalan di pedesaan. Untuk itu kita harus menanamkan pada peserta didik
kita mengenai Pentingnya ilmu Bola voli serta sejarah singkat Bola Voli.
BAB II
PEMBAHASAN
A. BOLA VOLLY
1. SEJARAH BOLA VOLI
Pada awal penemuannya, olahraga
permainan bola voli ini diberi nama Mintonette. Olahraga Mintonette ini pertama
kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal
Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895,
di Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat). William G. Morgan dilahirkan di
Lockport, New York pada tahun 1870, dan meninggal pada tahun 1942. YMCA (Young
Men’s Christian Association) merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan
untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda, seperti
yang telah diajarkan oleh Yesus. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni
1884 di London, Inggris oleh George William. Setelah bertemu dengan James
Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6
November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan menciptakan
sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette. Sama halnya dengan James
Naismith, William G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang
instruktur pendidikan jasmani. William G. Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield
College of YMCA , menciptakan permainan Mintonette ini empat tahun setelah
diciptakannya olahraga permainan basketball oleh James Naismith. Olahraga
permainan Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan
dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan. Tepatnya, permainan
Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga permainan
menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan yang terakhir adalah bola
tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini diciptakan khusus bagi anggota
YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini-pun dibuat
tidak seaktif permainan bola basket.
Perubahan nama Mintonette menjadi
volleyball (bola voli) terjadi pada pada tahun 1896, pada demonstrasi pertandingan
pertamanya di International YMCA Training School. Pada awal tahun 1896
tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical
Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of
Physical Education of the International Committee of YMCA) mengundang dan
meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di
stadion kampus yang baru. Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA,
Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani.
Dalam kesempatan tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim
beranggotakan lima orang. Dalam kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa
permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di
luar ruangan dengan sangat leluasa. Dan menurut penjelasannya pada saat itu,
permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah
pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari
permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang
tinggi, dari satu wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).
Sejarah Perkembangan Bola Voli di Indonesia
Indonesia mengenal permainan bola
voli sejak tahun 1982 pada zaman penjajahan Belanda.Guru-guru pendidikan
jasmani didatangkan dari Negeri Belanda untuk mengembangkan olahraga umumnya
dan bola voli khususnya.Di samping guru-guru pendidikan jasmani, tentara
Belanda banyak andilnya dalam pengembangan permainan bola voli di Indonesia, terutama
dengan bermain di asrama-asrama, dilapangan terbuka dan mengadakan pertandingan
antar kompeni-kompeni Belanda sendiri.
Permainan bola voli di Indonesia
sangat pesat di seluruh lapisan mayarakat, sehingga timbul klub-klub di kota
besar di seluruh Indonesia. Dengan dasar itulah maka pada tanggal 22 januari
1955 PBVSI (persatuan bola voli seluruh indonesia) didirikan di Jakarta
bersamaan dengan kejuaraan nasional yang pertama.
PBVSI sejak itu aktif
mengembangkan kegiatan-kegiatan baik ke dalm maupun ke luar negeri sampai
sekarang. Perkembangan permainan bola voli sangat menonjol saat menjelang Asian
Games IV 1962 dan Ganefo I 1963 di Jakarta, baik untuk pria maupun
untukwanitanya. Pertandingan bola voli masuk acara resmi dalam PON II 1951 di
Jakarta dan POM I di Yogyakarta tahun 1951. setelah tahun 1962 perkembangan
bnola voli seperti jamur tumbuh di musim hujan banyaknya klub-klub bola voli di
seluruh pelosok tanah air.Hal ini terbukti pula dengan data-data peserta
pertandingan dalam kejuaran nasional. PON dan pesta-pesta olahraga lain, di
mana angka menunjukkan peningkatan jumlahnya. Boleh dikatakan sampai saat ini
permainan bola voli di Indonesia menduduki tempat ketiga setelah sepak bola dan
bulu tangkis.Untuk pertama kalinya dalam sejarah perbolavolian Indonesia, PBVSI
telah dapat mengirimkan tim bola voli yunior Indonesia ke kejuaraan Dunia di
Athena Yunani yang berlangsung dari tanggal 3-12 september 1989. tim bola voli
yunior putra Indonesia ini dilatih oleh Yano Hadian dengan dibantu oleh trainer
Kanwar, serta pelatih dari Jepang Hideto Nishioka, sedangkan pelatih fisik
diserahkan kepada Engkos Kosasih dari bidang kepelatihan PKON (pusat kesehatan
olahraga nasional) KANTOR MENPORA. Dalam kejuaraan dunia bola voli putra
tersebut, sebagai juaranya adalah :
1. UniSovyet
2. Jepang
3. Brazil
4. Bulagaria
5. Kuba
6. Yunani
7. Polandia
Sedangkan Indonesia sendiri baru
dapat menduduki urutan ke 15.Dalam periode di bawah pimpinan ketua Umum PBVSI
Jendral (Pol) Drs. MochamadSanusi, perbolavolian makinmeningkat baik dari
jumlahnya perkumpulan yang ada maupun dari lancarnya system kompetisi yang
berlangsung,; sampai dengan kegiatan yang dilakukan baik di dalam maupun di
luar negeri.
B. SARANA PERMAINAN BOLA VOLI
1. Net/ Jaring
1)
Panjang Net : 9,5 m
2)
Lebar Net : 1 m
3)
Mata Jaring : 10 cm
4)
Tinggi tiang Putera : 2,43 m
5)
Tinggi tiang Puteri : 2,24 m
6)
Antene rood line : 10 cm
7)
Tinggi/panjang antene : 1,80 m
8)
Garis tengah diameter : 1 cm
2. Gambar lapangan bola volley
Ukuran lapangan bola voli yang
umum adalah 9 meter x 18 meter. [3] Garis batas serang untuk pemain belakang
berjarak 3 meter dari garis tengah (sejajar dengan jaring). Garis tepi lapangan
adalah 5 cm.
3. Bola
Bola tersebut memiliki keliling
lingkaran 65 hingga 67 cm, dengan berat 260 hingga 280 gram. Tekanan dalam dari
bola tersebut hendaknya sekitar 0.30 hingga 0.325 kg/cm2 (4.26-4.61 psi,
294.3-318.82 mbar atau hPa).
C. MACAM- MACAM TEKNIK DALAM BOLA
VOLLY
1. Passing Bawah
Macam-macam passing bawah :
1. Pass Bawah dua Tangan
2. Pass Bawah Satu Tangan
3. Pass Bawah Bergulir Kesamping
4. Pass Bawah Setengah Bergulir Kebelakang
5. Pass Bawah Meluncur Kedepan
2. Passing Atas
Macam-macam passing atas :
1. Pass Atas Normal
2. Pass Atas Setengah Bergulir Kebelakang
3. Pass Atas Bergulir Kesamping
4. Pass Atas Meloncat
3. Underhand Service
Macam-macam Underhand Service
1.
Back Spin Underhand Serve : Bola berputar kebelakang.
2.
Top Spin (Cutting) Underhand Serve: Bola berputar keatas.
3.
Inside Spin Underhand Serve : Bola berputar kedalam.
4.
Outside Spin Underhand Serve : Bola berputar keluar.
4. Overhead Service
Macam-macam Overhead Service
1.
Top Spin Overhead Serve : Bola berputar keatas.
2.
Inside Spin Overhead Serve : Bola berputar kedalam.
3.
Outside Spin Overhead Serve : Bola berputar keluar.
4.
Drive Overhead Serve : Bola berputar keatas.
5. Floating Service
1.
Frontal Floating Service : Bola mengapung kekiri & kekanan.
2.
Side Floating Service : Bola mengapung kearah vertical.
6. Jump
Service
Macam-macam Smash.
- Open
- Semi
- Quick
- Straight
- Drive
- Dummy
- Bola 3 meter
- Kijang
- Double Step
- Step L
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari beberapa uraian dan
penjelasan yang telah dikemukakan di atas maka dapatlah penulis mengambil
kesimpulan bahwa dengan mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan ini,
peserta didik mampu mempraktikkan teknik-teknik dasar dalam olahraga dengan
baik serta nilai kerjasama, toleransi, percaya diri, kejujuran, keberanian,
menghargai lawan, kerja keras, dan menerima kekalahan serta dapat
mengaplikasikan cara hidup yang sehat dan bersih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar